Saturday, 18 January 2014

Area Pengendalian TI

Area Pengendalian ada 15 yaitu : 1. Integritas Sistem 2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas) 3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem 4. Backup dan Recovery 5. Contigency Planning 6. System S/W Support 7. Dokumentasi 8. Pelatihan atau Training 9. Administrasi 10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik 11. Operasi 12. Telekomunikasi 13. Program Libraries 14. Application Support (SDLC) 15. Pengendalian Mikrokomputer Penjelasan : 1. Integritas Sistem a. Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user b. Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable c. Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan d. Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan e. Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan f. Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh 2. Manajemen Sumber Daya a. Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem b. Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar. c. Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan 3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem a. Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem b. Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui. 4. Backup dan Recovery a. Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran), b. Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya). 5. Contigency Planning a. Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman b. terhadap fasilitas pemrosesan SI c. Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya. 6. System S/W Support a. Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya b. Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security) 7. Dokumentasi a. Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem b. Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi, c. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user. 8. Pelatihan atau Training a. Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya b. Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan 9. Administrasi a. Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan 10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik a. Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi b. Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan, c. Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi 11. Operasi a. Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO b. Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi c. Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator. 12. Telekomunikasi a. Review terhadap logical and physical access controls, b. Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI. b. Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI) c. Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi. 13. Program Libraries a. Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development b. Terdapat review atas prosedur quality assurance. 14. Application Support a. Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem b. Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen c. proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI d. Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan. 15. Microcomputer Controls a. Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki, b. Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
»»  READMORE...

Wednesday, 6 November 2013

v-class Analisis Kinerja Sistem (PreTest Manajemen Kontrol Keamanan).

Pertanyaan :
Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?
Jawaban :
Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi dapat kita tinjau dari berbagai aspek ancaman dari keamanan komputer atau keamanan sistem informasi.

Aspek ancaman keamanan komputer atau keamanan sistem informasi
Interruption : informasi dan data yang ada dalam sistem komputer dirusak dan dihapus sehingga jika dibutuhkan, data atau informasi tersebut tidak ada lagi.
Interception : Informasi yang ada disadap atau orang yang tidak berhak mendapatkan akses ke komputer dimana informasi tersebut disimpan.
Modifikasi : orang yang tidak berhak berhasil menyadap lalu lintas informasi yang sedang dikirim dan diubah sesuai keinginan orang tersebut.
Fabrication : orang yang tidak berhak berhasil meniru suatu informasi yang ada sehingga orang yang menerima informasi tersebut menyangka informasi tersebut berasal dari orang yang dikehendaki oleh si penerima informasi tersebut.
Untuk mengatasi masalah aspek ancaman tersebut dapat kita ambil tindakan untuk implementasi metodologi keamanan Sistem Informasi. Hal-hal yang perlu dilindungi pada keamanan Sistem Komputer dijelaskan disetiap tingkatan levelnya

Metodologi keamanan sistem informasi
Keamanan level 0 : keamanan fisik, merupakan keamanan tahap awal dari komputer security. Jika keamanan fisik tidak terjaga dengan baik, maka data-data bahkan hardware komputer sendiri tidak dapat diamankan.
Keamanan level 1 : terdiri dari database, data security, keamanan dari PC itu sendiri, device, dan application. Contohnya : jika kita ingin database aman, maka kita harus memperhatikan dahulu apakah application yang dipakai untuk membuat desain database tersebut merupakan application yang sudah diakui keamanannya seperti oracle. Selain itu kita harus memperhatikan sisi lain yaitu data security. Data security adalah cara mendesain database tersebut. Device security adalah alat-alat apa yang dipakai supaya keamanan dari komputer terjaga. Computer security adalah keamanan fisik dari orang-orang yang tidak berhak mengakses komputer tempat datadase tersebut disimpan.
Keamanan level 2 : adalah network security. Komputer yang terhubung dengan jaringan sangat rawan dalam masalah keamanan, oleh karena itu keamanan level 2 harus dirancang supaya tidak terjadi kebocoran jaringan, akses ilegal yang dapat merusak keamanan data tersebut.
Keamanan level 3 : adalah information security. Keamanan informasi yang kadang kala tidak begitu dipedulikan oleh administrator seperti memberikan password ke teman, atau menuliskannya dikertas, maka bisa menjadi sesuatu yang fatal jika informasi tersebut diketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Keamanan level 4 : merupakan keamanan secara keseluruhan dari komputer. Jika level 1-3 sudah dapat dikerjakan dengan baik maka otomatis keamanan untuk level 4 sud

Cara mendeteksi suatu serangan atau kebocoran sistem
Terdiri dari 4 faktor yang merupakan cara untuk mencegah terjadinya serangan atau kebocoran sistem :
Desain sistem : desain sistem yang baik tidak meninggalkan celah-celah yang memungkinkan terjadinya penyusupan setelah sistem tersebut siap dijalankan.
Aplikasi yang Dipakai : aplikasi yang dipakai sudah diperiksa dengan seksama untuk mengetahui apakah program yang akan dipakai dalam sistem tersebut dapat diakses tanpa harus melalui prosedur yang seharusnya dan apakah aplikasi sudah mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.
Manajemen : pada dasarnya untuk membuat suatu sistem yang aman/terjamin tidak lepas dari bagaimana mengelola suatu sistem dengan baik. Dengan demikian persyaratan good practice standard seperti Standard Operating Procedure (SOP) haruslah diterapkan di samping memikirkan hal teknologinya.

Manusia (Administrator) : manusia adalah salah satu fakor yang sangat penting, tetapi sering kali dilupakan dalam pengembangan teknologi informasi dan dan sistem keamanan. Sebagai contoh, penggunaan password yang sulit menyebabkan pengguna malah menuliskannya pada kertas yang ditempelkan di dekat komputer. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan keamanan faktor manusia dan budaya setempat haruslah sangat diperhatikan.
»»  READMORE...

v-class Analisis Kinerja Sistem (Post test manajemen kontrol keamanan)

Pertanyaannya:
Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan Jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tersebut.

Jawabannya:

langkah keamanan dari sistem informasi
Aset : Perlindungan aset merupakan hal yang penting dan merupakan langkah awal dari berbagai implementasi keamanan komputer. Contohnya: ketika mendesain sebuah website e-commerce yang perlu dipikirkan adalah keamanan konsumen. Konsumen merupakan aset yang penting, seperti pengamanan nama, alamat, ataupun nomor kartu kredit.
Analisis Resiko : adalah tentang identifikasi akan resiko yang mungkin terjadi, sebuah even yang potensial yang bisa mengakibatkan suatu sistem dirugikan.
Perlindungan : Kita dapat melindungi jaringan internet dengan pengaturan Internet Firewall yaitu suatu akses yang mengendalikan jaringan internet dan menempatkan web dan FTP server pada suatu server yang sudah dilindungi oleh firewall.
Alat : alat atau tool yang digunakan pada suatu komputer merupakan peran penting dalam hal keamanan karena tool yang digunakan harus benar-benar aman.
Prioritas : Jika keamanan jaringan merupakan suatu prioritas, maka suatu organisasi harus membayar harga baik dari segi material maupun non material. Suatu jaringan komputer pada tahap awal harus diamankan dengan firewall atau lainnya yang mendukung suatu sistem keamanan.

Strategi dan Taktik Keamanan sistem Informasi
Keamanan fisik : lapisan yang sangat mendasar pada keamanan sistem informasi adalah keamanan fisik pada komputer. Siapa saja memiliki hak akses ke sistem. Jika hal itu tidak diperhatikan, akan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki.
Kunci Komputer : banyak case PC modern menyertakan atribut penguncian. Biasanya berupa soket pada bagian depan case yang memungkinkan kita memutar kunci yang disertakan ke posisi terkunsi atau tidak.
Keamanan BIOS : BIOS adalah software tingkat terendah yang mengonfigurasi atau memanipulasi hardware. Kita bisa menggunakan BIOS untuk mencegah orang lain me-reboot ulang komputer kita dan memanipulasi sisten komputer kita.

Mendeteksi Gangguan Keamanan Fisik : hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada saat komputer akan di-reboot. Oleh karena Sistem Operasi yang kuat dan stabil, saat yang tepat bagi komputer untuk reboot adalah ketika kita meng-upgrade SO, menukar hardware dan sejenisnya.
»»  READMORE...

Monday, 15 July 2013

Kenaikan Harga BBM dan Daya Beli Masyarakat


kenaikan BBM ini menimbulkan pro kontra di tingkat elit dan masyarakat, sesungguhnya bukan persoalan pro atau kontra. Tidak hanya pada naiknya harga BBM atau berkurangnya “surplus” dari BBM untuk RAPBN, atau jebolnya APBN tahun 2012, melainkan adalah  dengan terjadinya kenaikan harga BBM di pasar International menyebabkan Subsidi membengkak yang akan membebankan APBN tahun 2012. Dengan asumsi harga USD 90 barel, yang memerlukan penyesuaian Asumsi APBN menjadi USD 115/barel dengan cara mengurangi Sub Sidi BBM, maka  Pemerintah terutama premium akan mengalami kenaikan sekitar 33%-56% yaitu dari Rp. 4.500 menjadi antara Rp. 6.000-Rp.7.000,-/liter, dan rencana ini telah digulirkan semenjak bulan februari tahun 2012.

Fakta tersebut dinilai banyak pihak pemerintah tidak pernah serius dan malas untuk mencari solusi yang berpihak kepada rakyat, jika Pemerintah serius tentunya kenaikan BBM bukan solusi utama, melainkan kebijakan yang pro rakyat merupakan solusi yang harusnya menjadi pilihan Pemerintah.

Sedangkan kondisi masyarakat, persoalan naik atau tidak naik, sesunggunya bukan persoalan, namun yang menjadi persoalan daya beli masyarakat sangat rendah. Apalagi kenaikan BBM justru memiliki multiflier efeck negatif terahadap semua aspek ekonomi masyarakat, tentunya akan membuat daya beli masyarakat akan semakin rendah, persoalan utama, apakah ada kesungguhan pemerintah untuk untuk meningkat daya beli masyarakat (???). sehingga solusi kenaikan BBM cenderung menekan daya beli masyarakat lebih dalam, tentunya akan meningkatkan jumlah masyarakat miskin, termasuk akan mengurangi nilai kenaikan upah dan gaji buruh dan PNS yang lebih dalam, dan kenaikan justru terjadi penurunan kesejahteraan, begitu juga dengan petani, dan masyarakat miskin akan semakin meningkat. 

Sesungguhnya kenaiakan BBM ditingkat masyarakat, bukan persoalan, melainkan yang menjadi persoalan adalah daya beli masyarakat yang masih rendahnya, maka untuk itu, daya beli masyarakat yang terukur dalam pendapatan masyarakat melalui program yang menyentuh langsung kepada masyarakat merupakan tindakan yang segera dilakukan, disamping kebijakan lain yang berkaitan dengan efesiensi penggunaan BBM juga sangat penting untuk dilaksanakan oleh Pemerintah.

»»  READMORE...

BLSM: Demi Rakyat atau Demi Partai Politik


Pemerintah berharap, dampak naiknya harga BBM bisa diredam dengan BLSM, Raskin, Bantuan Siswa Miskin, Program Keluarga Harapan dan program infrastruktur dasar khususnya di pedesaan. 
Program BLSM sudah mulai dicairkan. Celakanya, selama penyaluran BLSM tahap I ini, terungkap banyak kesalahan data; penerimanya sudah meninggal, tidak dikenal atau pindah alamat; banyak warga miskin yang seharusnya dapat BLSM justru terlewat, dan masalah lainnya. Maka alih-alih meredam masalah, penyaluran BLSM justru berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat meski skalanya terbatas. Wajar saja sejumlah kepala desa di Sukabumi menolak menyalurkan BLSM untuk saat ini.

Sudahlah begitu, besaran BLSM pun minim dibandingkan naiknya biaya yang harus ditanggung. Begitu harga BBM naik rata-rata 33,3 % (premium naik 44,4 % dan solar naik 22,3 %), ongkos transportasi pun naik rata-rata 20 – 35 persen. Naiknya ongkos transportasi dibarengi oleh lonjakan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Bahkan, lonjakan harga-harga ini sudah menghantam rakyat sebelum harga BBM dinaikkan, yakni sejak wacana kenaikan harga BBM bergulir. Begitu harga BBM naik saat ini, harga yang sudah naik itu pun naik lagi. Lonjakan itu makin terasa dan boleh jadi akan berlanjut dengan makin dekatnya bulan Ramadhan dan lebaran, serta berbarengan tahun ajaran baru.

Isu kebijakan pemerintah yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diiringi pemberia Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) akan dimanfaatkan oleh partai politik. Dimana, setiap partai akan mengaku bahwa program BLSM tersebut adalah rancangan partainya. Dengan mengklaim BLSM rangangan setiap partai, maka masyarakat akan dengan sendirinya menilai bahwa partai politik tersebut pro rakyat. Hal ini dilakukan partai-partai politik demi Pilpres pada 2014. Instrumen politik yang akan dipakai partai yakni klaimisasi bahwa produk ini (BLSM) buatan masing-masing partai. Pada ujungnya akan memanfaatkan.
»»  READMORE...

Sampai Kapan Android Mendominasi Pasar OS Dunia?

Perkembangan smartphone di tahun 2012 memang mencapai puncaknya. Menurut perhitungan lembaga survey Gartner, pada kuartal 4 tahun 2012 lalu, jumlah smartphone yang terjual mencapai 207 juta unit lebih, naik dari kuartal 4 tahun 2011 yang mencapai 150 juta unit.


Sebagian besar penjualan dinikmati oleh platform Google Android, yang memiliki pangsa pasar 69,7 persen dengan unit terjual mencapai 144,72 juta unit. Ini merupakan kenaikan pesat dibanding Q4 tahun 2011 dimana pangsa pasar Android masih 51,3 persen dengan unit terjual sebanyak 77 juta buah.

Mengikuti di urutan kedua adalah iOS dengan pangsa pasar 20,9 persen. Meski masih memiliki kenaikan jumlah unit terjual (naik tipis dari 35 juta ke 43 juta), namun pangsa pasar Apple justru berkurang, dimana pada kuartal 4 tahun 2011 pangsa pasar mereka mencapai 23,6 persen.

Yang bersaing ketat untuk peringkat ketiga di kuartal 4 tahun 2012 adalah Research in Motion (sekarang BlackBerry) dengan Microsoft Windows Phone. Yang menang memang BlackBerry dengan pangsa pasar 3,5 persen, namun jumlah unit terjual mereka turun hampir separuhnya. Pangsa pasar platform asal Kanada ini juga menurun jauh, mengingat di kuartal yang sama tahun sebelumnya mencapai 8,8 persen.

Kebalikannya, pangsa pasar Microsoft naik hampir dua kali lipat menjadi 3 persen, dimana tahun sebelumnya mereka hanya memiliki pangsa pasar 1,8 persen. Unit terjual pun berlipat ganda, dari 2,7 juta unit menjadi 6 juta unit lebih.

Bagaimana dengan tahun ini? Apakah Android masih demikian kuat? Apakah pangsa pasar iOS akan terus menurun? Namun pertarungan paling seru tetap pada perebutan podium ketiga antara BB dengan WP, apalagi BlackBerry baru saja meluncurkan platform baru BlackBerry 10.
»»  READMORE...